PETA ADMINISTRASI KECAMATAN KOTA KUALASIMPANG

SUMBER : PETA RB 1 : 50.000, BAKOSURTANAL

 

 SEJARAH NAMA KUALASIMPANG DAN TERBENTUK  KECAMATAN KOTA KUALASIMPANG

               Kendati tidak diketahui secara persis kapan, namun nama Kuala Simpang menurut sejarah sudah ada sejak adanya kerajaan Tamiang pertama yakni dimasa kerajaan Batu Karang yang berkuasa sekitar tahun 1200. Nama Kuala Simpang disebut-sebut berasal dari nama Sungai Tamiang (Sungai Besar) yang bersimpang dua yakni sungai Simpang Kanan dan Sungai Simpang Kiri.

              Kuala Simpang dahulu merupakan ibu kota Tamiang atau dalam bahasa Belanda disebut Onder Afdeling Tamiang. Pada jaman penjajahan Belanda kepala pemerintahan Onder Afdeling Tamiang adalah Controleur. Namun pada masa kemerdekaan Onder Afdeling Tamiang berubah menjadi kewedanaan Tamiang yang dipimpin oleh seorang Wedana.Seiring dengan kemajuan dan perkembangan jaman, maka istilah Kewedanaan Tamiang berubah menjadi kecamatan yang dipimpin oleh seorang Camat. Kota Kuala Simpang adalah sebuah kota kecamatan yang mempunyai luas sekitar 448 Km2 dengan penduduk sebanyak 18.030 jiwa terletak di perbatasan Aceh - Sumatera Utara tersebut merupakan bagian dari kabupaten Aceh Tamiang saat ini. Kecamatan Kota Kuala Simpang terdiri dari beberapa kampung yakni Kampung Kota Kuala Simpang, Sriwijaya, Bukit Tempurung, kampung Kota Lintang dan kampung Perdamaian. Kecamatan kota Kuala Simpang merupakan salah satu dari 12 kecamatan yang ada di kabupaten Aceh Tamiang hasil pemekaran dari 7 kecamatan setelah Aceh Tamiang menjadi kabupaten hasil pemekaran dari kabupaten induk Aceh Timur pada tahun 2002 lalu.Jumlah Penduduk Kecamatan Kota Kualasimpang saat ini adalah 20,972  jiwa yang terdiri dari 10,648 jiwa Laki-laki dan 10,324 jiwa Perempuan  dengan jumlah kepala keluarga 5277 (Sumber Data Dinas Dukcapil Kab. Aceh Tamiang)

Dari segi letak batas Kecamatan Kota Kualasimpang digambarkan sebagai berikut:

1. Sebelah Utara dengan Kecamatan Rantau dan Kecamatan Karang Baru

2. Sebelah Timur dengan Kecamatan Rantau

3. Sebelah Barat dengan Kecamatan Karang Baru dan Kecamatan Sekerak

4. Sebelah Selatan dengan Kejuruan Muda

                 Penduduk yang mendiami kota Kuala Simpang sangat heterogen, selain suku Melayu Tamiang sebagai suku aslinya, ada juga suku Aceh, Gayo, Jawa, Minang, Tapanuli dan Tionghoa. Kendati yang mendiami kecamatan kota Kuala Simpang ini sangat beraneka ragam suku, namun dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari keharmonisan diantara mereka dari dulu hingga sekarang tetap terjaga dengan baik.

                   Hal ini tercermin dari pergaulan masyarakat Kota Kuala Simpang sehari-harinya. Sebagai daerah pintu gerbang provinsi Aceh yang berbatasan langsung dengan Sumut, penduduk Kota Kuala Simpang termasuk yang tercepat menerima arus globalisasi dari luar terutama melalui jalur lintas sumatera Utara dibanding kota-kota lain di Aceh. Hal ini mungkin dilatar-belakangi kerukunan mereka bermasyarakat sebagai penduduk yang plural yang sudah berfikir maju sehingga kota kecil paling timur Aceh ini menjadi tolak ukur dan cerminan bagi kota-kota lain di provinsi Aceh.